Terima Kasih Atas Kunjungan Anda di www.mtkstkip.co.cc dan semoga artikel berikut bermanfaat Matematika sangat penting, Sahabat!

01 Februari 2010

Penasehat Akademik

Memasuki tahun akdemik baru, Jurusan Pendidikan Matematika dan IPA STKIP YPM Bangko telah mengeluarkan data penasehat akademik untuk mahasiswa. Bisa dilihat pada link berikut.



Baca Selanjutnya......

28 Desember 2009

TUGAS AKHIR SEMESTER

Jurusan : P.MIPA
Program Studi : Pendidikan Matematika
Mata Kuliah : Media Pendidikan Matematika
Kode / SKS : MAT6207
Jumlah SKS : 2 SKS
Semester : III ( Tiga )
Dosen Pengampu : M. Jainuri, S.Pd

Petunjuk !

  1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dengan singkat dan jelas!
  2. Jawaban masing-masing mahasiswa hasil sendiri dan tidak diperkenankan hasil copy paste.
  3. Jawaban diketik komputer dengan program pengolah kata (ms. word, open office, notepad ,wordpad atau IMB Lotus Symphony)
  4. Jawaban Dikirim melalui e-mail ke alamat : jen_media@yahoo.com paling lambat sudah masuk tanggal 10 Januari 2010.
  5. Apabila sampai tanggal tersebut jawaban belum diterima, maka nilai semester tidak dikeluarkan.
  6. Berikan komentar anda pada kolom komentar yang ada pada website : www.mtkstkip.co.cc disertai dengan: nama dan e-mail anda !


Soal - soal :

KELAS A :

1. Jelaskan "Model ASSURE" penggunaan media dalam pembelajaran !
2. Jelaskan kelebihan "distributed learning !
3. Menurut Duffy (2003) ada beberapa aspek yang harus dipertimbangkan dalam
pemilihan untuk multimedia. Sebutkan dan jelaskan !
4. Sebutkan 3 komponen kunci Online-Learning menurut Dabbag & Ritland (2005) !
5. Pengembangan tujuan instruksional yang lengkap harus mempunyai empat komponen /
unsur. Sebutkan dan jelaskan !
6. Jelaskan pemanfaatan media dalam situasi kelas!
7. Slide sebagai media pembelajaran memiliki kelebihan. Sebutkan dan jelaskan !
8. Diskusi merupakan salah satu bentuk program audio, jelaskan!
9. Pengalaman manusia digambarkan sebagai suatu kerucut oleh Edgar Dale yang disebut
kerucut pengalaman atau "The Cone of Experience", jelaskan!
10.Jelaskan tiga kategori utama unsur desain visual menurut Duffy (2003)!

KELAS B :

1. Jelaskan kegunaan media pendidikan dalam proses belajar mengajar !
2. Jelaskan prinsip-prinsip umum penggunaan media dalam pembelajaran !
3. Mengapa kita perlu melakukan pemilihan media dalam proses belajar mengajar ?
4. Dalam perumusan alat pengukur keberhasilan, hal-hal yang dievaluasi mencakup
beberapa komponen. Sebutkan dan jelaskan !
5. Sebutkan beberapa jenis musik yang digunakan dalam program audio !
6. Berikan contoh pemanfaatan media secara terkontrol!
7. Apakah yang dimaksud dengan realia atau model ?
8. Jelaskan kelebihan program audio dalam proses belajar mengajar !
9. Sebutkan jenis-jenis slide suara !
10.Sebutkan keuntungan penggunaan internet dalam belajar !

KELAS C :

1. Jelaskan taksonomi media pendidikan menurut Rudy Brezt !
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan belajar jarak jauh menurut Daniel (199) !
3. Jelaskan aspek-aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media !
4. Pengembangan tujuan instruksional yang lengkap harus mempunyai empat komponen /
unsur. Sebutkan dan jelaskan !
5. Dalam analisis kebutuhan dan karakteristik siswa, jelaskan apa yang dimaksud
dengan “kebutuhan” !
6. Jelaskan strategi pemanfaatan media pendidikan!
7. Jelaskan ciri-ciri gambar yang baik!
8. Jelaskan beberapa media pembelajaran yang tergolong dalam media audio!
9. Jelaskan kelemahan multimedia kits !
10.Jelaskan apa yang dimaksud dengan Online-Learning !

Baca Selanjutnya......

27 Desember 2009

Jenis dan Karakteristik Media Pembelajaran

A.Taksonomi

Dalam pengertian teknologi pendidikan, media atau bahan sebagai sumber belajar merupakan komponen dari sistem instrusional di samping pesan, orang, teknik dan peralatan. Dari usaha penantaan yang timbul yaitu pengelompokan atau klasifikasi menurut kesamaan atau karakteristiknya. Beberapa contoh usaha ke arah taksonomi media tersebut antara lain :

1)Taksonomi menurut Rudy Bretz

Bertz mengidentifikasikan ciri utama dari media menjadi tiga unsur pokok, yaitu : suara, visual dan gerak. Visual dibedakan menjadi tiga yaitu garis ( line graphic ) dan simbol yang merupakan suatu kontinum dari bentuk yang dapat ditangkap dengan indra penglihatan. Bretz juga membedakan antara media siar ( telecommunication ) dan media rekam ( recording )sehingga terdapat 8 klasifikasi media, yaitu :
☼ Media audiovisual gerak
☼ Media audiovisual diam
☼ Media audio semi-gerak
☼ Media visual gerak
☼ Media visual diam
☼ Media semi-gerak
☼ Media audio
☼ Media cetak


2) Hirarki media menurut Duncan

Dalam penyusunan taksonomi media menurut hirarki pemanfaatan untuk pendidikan, Duncan ingin mensejajarkan biaya investasi, kelangkaan dan keluasan lingkup sasarannya disatu pihak dan kemudahan pengadaan serta penggunaan, keterbatasan lingkup sasaran dan rendahnya biaya di lain pihak dengan tingkat kerumitan perangkat medianya dalam satu hirarki.

3) Taksonomi menurut Briggs

Briggs mengidentifikasi 13 macam media yang dipergunakan dalam proses belajar mengajar, yaitu :
☼ Obyek
☼ Model
☼ Suara langsung
☼ Rekaman audio
☼ Media cetak
☼ Pembelajaran terprogram
☼ Papan tulis
☼ Media transparansi
☼ Film rangkai
☼ Film bingkai
☼ Film
☼ Televisi
☼ Gambar

4) Taksonomi menurut Gagne

Gagne membuat 7 macam pengelompokan media yaitu :
☼ Benda untuk didemontrasikan
☼ Komunikasi lisan
☼ Media cetak
☼ Gambar diam
☼ Gambra gerak
☼ Film bersuara
☼ Mesin belajar

5) Taksonomi menurut Edling

Menurut Edling media merupakan bagian dari enam unsur rangsangan belajar, yaitu dua untuk pengalaman audio meliputi kodifikasi subyektif visual dam kodifikasi obyektif audio, dua untuk pengalaman visual meliputi kodifikasi obyektif audio dan kodifikasi obyektif visual dan dua pengalaman belajar 3 dimensi meliputi pengalaman langsung dengan orang dan pengalaman langsung dengan benda-benda.

6) Pengelompokan menurut Schramm ( 1977 )

Schramm membedakan media menjadi media rumit dan mahal ( big media ) dan media sederhana dan murah ( little media ). Ia juga mengelompokan media menurut daya liputnya menjadi media massal, media kelompok dan media individual.

7) Pengelompokan menurut Allen

Allen berusaha menghubungkan fungsi media dengan tujuan belajar yang hendak dicapai.

B. Karakteristik

Karakteristik media dapat dilihat menurut kemampuan membangkikan rangsangan indera penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecaoan, maupun penciuman atau kesuaiannya dengan tingkatan hierarki belajar. Untuk tujuan praktis karakteristik beberapa jenis media yang lazim digunakan dalam kegiatan belajar mengajar antara lain :
1. Media grafis
Media grafis berfungsi menyalurkan pesan dari sumber ke penerima. Saluran yang dipakain menyangkut indera penglihatan. Pesan yang akan dismapaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Beberapa jenis media grafis antara lain :

 Gambar / foto
Kelebihan media gambar :
1. Sifatnya konkret
2. gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu
3. dapat mengatasi batasan pengamatan
4. dapat menperjelas suatu masalah
5. harganya murah dan gampang didapat
Kelemahan media gambar :
1. hanya menekankan persepsi indea mata
2. benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran
3. ukurannya sangat terbatas

Syarat - syarat media gambar / foto yang baik digunakan sebagai media pendidikan :
1. Autentik
2. Sederhana
3. Ukuran relatif
4. Mengandung gerak atau perbuatan
5. Gambar dapat mencapai tujuan
6. Gambar harus bagus dari sudut seni dan sesuai denga tujuan pembelajaran.


Baca Selanjutnya......

04 November 2009

LOGIKA

Logika berasal dari kata Yunani kuno λόγος (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal.
Logika sebagai ilmu pengetahuan
Logika merupakan sebuah ilmu pengetahuan dimana obyek materialnya adalah berpikir (khususnya penalaran/proses penalaran) dan obyek formal logika adalah berpikir/penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya.

Logika sebagai cabang filsafat

Logika adalah sebuah cabang filsafat yang praktis. Praktis disini berarti logika dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Logika lahir bersama-sama dengan lahirnya filsafat di Yunani. Dalam usaha untuk memasarkan pikiran-pikirannya serta pendapat-pendapatnya, filsuf-filsuf Yunani kuno tidak jarang mencoba membantah pikiran yang lain dengan menunjukkan kesesatan penalarannya.
Logika digunakan untuk melakukan pembuktian. Logika mengatakan yang bentuk inferensi yang berlaku dan yang tidak. Secara tradisional, logika dipelajari sebagai cabang filosofi, tetapi juga bisa dianggap sebagai cabang matematika.

Dasar-dasar Logika

Konsep bentuk logis adalah inti dari logika. Konsep itu menyatakan bahwa kesahihan (validitas) sebuah argumen ditentukan oleh bentuk logisnya, bukan oleh isinya. Dalam hal ini logika menjadi alat untuk menganalisis argumen, yakni hubungan antara kesimpulan dan bukti atau bukti-bukti yang diberikan (premis). Logika silogistik tradisional Aristoteles dan logika simbolik modern adalah contoh-contoh dari logika formal.

Dasar penalaran dalam logika ada dua, yakni deduktif dan induktif. Penalaran deduktif—kadang disebut logika deduktif—adalah penalaran yang membangun atau mengevaluasi argumen deduktif. Argumen dinyatakan deduktif jika kebenaran dari kesimpulan ditarik atau merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya. Argumen deduktif dinyatakan valid atau tidak valid, bukan benar atau salah. Sebuah argumen deduktif dinyatakan valid jika dan hanya jika kesimpulannya merupakan konsekuensi logis dari premis-premisnya.
Contoh argumen deduktif:
1. Setiap mamalia punya sebuah jantung
2. Semua kuda adalah mamalia
3. ∴ Setiap kuda punya sebuah jantung

Penalaran induktif—kadang disebut logika induktif—adalah penalaran yang berangkat dari serangkaian fakta-fakta khusus untuk mencapai kesimpulan umum.
Contoh argumen induktif:
1. Kuda Sumba punya sebuah jantung
2. Kuda Australia punya sebuah jantung
3. Kuda Amerika punya sebuah jantung
4. Kuda Inggris punya sebuah jantung
5. ...
6. ∴ Setiap kuda punya sebuah jantung
Di bawah ini menunjukkan beberapa ciri utama yang membedakan penalaran induktif dan deduktif. Deduktif Induktif : Jika semua premis benar maka kesimpulan pasti benar Jika premis benar, kesimpulan mungkin benar, tapi tak pasti benar.
Semua informasi atau fakta pada kesimpulan sudah ada, sekurangnya secara implisit, dalam premis. Kesimpulan memuat informasi yang tak ada, bahkan secara implisit, dalam premis.

Sejarah Logika

Masa Yunani Kuno

Logika dimulai sejak Thales (624 SM - 548 SM), filsuf Yunani pertama yang meninggalkan segala dongeng, takhayul, dan cerita-cerita isapan jempol dan berpaling kepada akal budi untuk memecahkan rahasia alam semesta. Thales mengatakan bahwa air adalah arkhe (Yunani) yang berarti prinsip atau asas utama alam semesta. Saat itu Thales telah mengenalkan logika induktif.
Aristoteles kemudian mengenalkan logika sebagai ilmu, yang kemudian disebut logica scientica. Aristoteles mengatakan bahwa Thales menarik kesimpulan bahwa air adalah arkhe alam semesta dengan alasan bahwa air adalah jiwa segala sesuatu.
Dalam logika Thales, air adalah arkhe alam semesta, yang menurut Aristoteles disimpulkan dari:
• Air adalah jiwa tumbuh-tumbuhan (karena tanpa air tumbuhan mati)
• Air adalah jiwa hewan dan jiwa manusia
• Air jugalah uap
• Air jugalah es
Jadi, air adalah jiwa dari segala sesuatu, yang berarti, air adalah arkhe alam semesta.
Sejak saat Thales sang filsuf mengenalkan pernyataannya, logika telah mulai dikembangkan. Kaum Sofis beserta Plato (427 SM-347 SM) juga telah merintis dan memberikan saran-saran dalam bidang ini. Pada masa Aristoteles logika masih disebut dengan analitica , yang secara khusus meneliti berbagai argumentasi yang berangkat dari proposisi yang benar, dan dialektika yang secara khusus meneliti argumentasi yang berangkat dari proposisi yang masih diragukan kebenarannya. Inti dari logika Aristoteles adalah silogisme.
Buku Aristoteles to Oraganon (alat) berjumlah enam, yaitu:
1. Categoriae menguraikan pengertian-pengertian
2. De interpretatione tentang keputusan-keputusan
3. Analytica Posteriora tentang pembuktian.
4. Analytica Priora tentang Silogisme.
5. Topica tentang argumentasi dan metode berdebat.
6. De sohisticis elenchis tentang kesesatan dan kekeliruan berpikir.
Pada 370 SM - 288 SM Theophrastus, murid Aristoteles yang menjadi pemimpin Lyceum, melanjutkan pengembangn logika.
Istilah logika untuk pertama kalinya dikenalkan oleh Zeno dari Citium 334 SM - 226 SM pelopor Kaum Stoa. Sistematisasi logika terjadi pada masa Galenus (130 M - 201 M) dan Sextus Empiricus 200 M, dua orang dokter medis yang mengembangkan logika dengan menerapkan metode geometri. Porohyus (232 - 305) membuat suatu pengantar (eisagoge) pada Categoriae, salah satu buku Aristoteles. Boethius (480-524) menerjemahkan Eisagoge Porphyrius ke dalam bahasa Latin dan menambahkan komentar- komentarnya. Johanes Damascenus (674 - 749) menerbitkan Fons Scienteae.
Abad pertengahan dan logika modern
Pada abad 9 hingga abad 15, buku-buku Aristoteles seperti De Interpretatione, Eisagoge oleh Porphyus dan karya Boethius masih digunakan. Thomas Aquinas 1224-1274 dan kawan-kawannya berusaha mengadakan sistematisasi logika. Lahirlah logika modern dengan tokoh-tokoh seperti:
• Petrus Hispanus (1210 - 1278)
• Roger Bacon (1214-1292)
• Raymundus Lullus (1232 -1315) yang menemukan metode logika baru yang dinamakan Ars Magna, yang merupakan semacam aljabar pengertian.
• William Ocham (1295 - 1349)
Pengembangan dan penggunaan logika Aristoteles secara murni diteruskan oleh Thomas Hobbes (1588 - 1679) dengan karyanya Leviatan dan John Locke (1632-1704) dalam An Essay Concerning Human Understanding. Francis Bacon (1561 - 1626) mengembangkan logika induktif yang diperkenalkan dalam bukunya Novum Organum Scientiarum. J.S. Mills (1806 - 1873) melanjutkan logika yang menekankan pada pemikiran induksi dalam bukunya System of Logic.
Lalu logika diperkaya dengan hadirnya pelopor-pelopor logika simbolik seperti:
• Gottfried Wilhelm Leibniz (1646-1716) menyusun logika aljabar berdasarkan Ars Magna dari Raymundus Lullus. Logika ini bertujuan menyederhanakan pekerjaan akal budi dan lebih mempertajam kepastian.
• George Boole (1815-1864)
• John Venn (1834-1923)
• Gottlob Frege (1848 - 1925)
Lalu Chares Sanders Peirce (1839-1914), seorang filsuf Amerika Serikat yang pernah mengajar di John Hopkins University,melengkapi logika simbolik dengan karya-karya tulisnya. Ia memperkenalkan dalil Peirce (Peirce's Law) yang menafsirkan logika selaku teori umum mengenai tanda (general theory of signs). Puncak kejayaan logika simbolik terjadi pada tahun 1910-1913 dengan terbitnya Principia Mathematica tiga jilid yang merupakan karya bersama Alfred North Whitehead (1861 - 1914) dan Bertrand Arthur William Russel (1872 - 1970). Logika simbolik lalu diteruskan oleh Ludwig Wittgenstein (1889-1951), Rudolf Carnap (1891-1970), Kurt Godel (1906-1978), dan lain-lain.

Logika sebagai matematika murni

Logika masuk kedalam kategori matematika murni karena matematika adalah logika yang tersistematisasi. Matematika adalah pendekatan logika kepada metode ilmu ukur yang menggunakan tanda-tanda atau simbol-simbol matematik (logika simbolik). Logika tersistematisasi dikenalkan oleh dua orang dokter medis, Galenus (130-201 M) dan Sextus Empiricus (sekitar 200 M) yang mengembangkan logika dengan menerapkan metode geometri. Puncak logika simbolik terjadi pada tahun 1910-1913 dengan terbitnya Principia Mathematica tiga jilid yang merupakan karya bersama Alfred North Whitehead (1861 - 1914) dan Bertrand Arthur William Russel (1872 - 1970).
Kegunaan logika
1. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren.
2. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif.
3. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri.
4. Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis
5. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpkir, kekeliruan serta kesesatan.
6. Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian.
7. Terhindar dari klenik , gugon-tuhon ( bahasa Jawa )
8. Apabila sudah mampu berpikir rasional,kritis ,lurus,metodis dan analitis sebagaimana tersebut pada butir pertama maka akan meningkatkan citra diri seseorang.

Macam-macam logika

Logika alamiah

Logika alamiah adalah kinerja akal budi manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subyektif. Kemampuan logika alamiah manusia ada sejak lahir.
Logika ilmiah
Logika ilmiah memperhalus, mempertajam pikiran serta akal budi. Logika ilmiah menjadi ilmu khusus yang merumuskan azas-azas yang harus ditepati dalam setiap pemikiran. Berkat pertolongan logika ilmiah inilah akal budi dapat bekerja dengan lebih tepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih aman. Logika ilmiah dimaksudkan untuk menghindarkan kesesatan atau, paling tidak, dikurangi.



Baca Selanjutnya......

16 Oktober 2009

Persyaratan Wisuda STKIP YPM Bangko 2009

Sesuai dengan rencana Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) YPM Bangko pada minggu ke-empat bulan November 2009 akan melaksanakan wisuda angkatan XVII. Ada harapan yang terselip dihati para calon wisudawan. Tentu saja harapan-harapan yang terakumulasi setelah sekian waktu berkutat dengan segala macam pernik perkuliahan, hingga sampai akhirnya tiba pada saat yang menentukan perjalanan mereka selanjutnya. Wisuda ya wisuda.

Persyaratan-persyaratan untuk wisudawan adalah sebagai berikut :

1. Rekomendasi Lunas Keuangan dari BAU
2. Piagam Ospek/PKK-MB
3. Selip setoran biaya wisuda dari BNI 46
4. Pas Foto 2x3=5 lbr, 3x4=5 lbr dan 4x6=5 lbr.
5. Tanda terima skripsi
6. Surat bebas pustaka
7. Mengisi blanko biodata wisudawan
8. Surat pernyataan
9. PSLSJ + KHS dan hasil konversi
10.Foto copy STTB SLTA/D3

Baca Selanjutnya......

08 Oktober 2009

Skripsi Oh Skripsi

Sejak bergulirnya awal semester ganjil pada bulan Januari 2009, maka bagi mahasiswa semester atas yang mengontrak mata kuliah : SKRIPSI merasa mendapat cobaan yang sangat berat. Dan rasanya rasa ini akan terus bergelayut hingga menjelang ujian skripsi. Bagi mahasiswa yang sudah mempersiapkan teknik, strategi, pengetahuan mengenai metodologi penelitian dan segala sesuatunya sudah barang tentu mereka mempunyai semangat dan optimis bisa berhasil. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana buat mereka ( baca mahasiswa ) yang notabene yang tidak siap segalanya ? Pesimis, tentu saja. Bahkan kata putus asa selalu saja membayang dibenak mereka....

Skripsi, sebenarnya bukan hal yang rumit. Skripsi sebenarnya merupakan suatu hal yang mudah, jika mahasiswa memahami mekanisme dan sistematika bagaimana menulis skripsi yang baik. Langkah awalnya, menurut saya tentu harus ada iktikad dan niat dari mahasiswa itu sendiri untuk berusaha menyelesaikannya. Referensi mengenai penelitian bahkan sangat banyak, baik dari buku-buku metode penelitian maupun source dari internet. Segudang!

Segudang ! Mulai dari memilih judul, menentukan permasalahan, merumuskan permasalahan, menentukan tujuan penelitian, membuat hipotesis, menentukan design penelitian, populasi dan sampel, membuat instrumen penelitian, teknik pengumpulan data hingga menentukan teknik analisis data penelitian semuanya tersedia. Lalu apa yang membuat mahasiswa merasa kesulitan ? Tentu saja semua kembali kepada mahasiswa tersebut, apakah mereka ingin cepat selesai atau mereka justru ingin memperlambatnya.

Baca Selanjutnya......

09 Juni 2009

Link Pelajaran Matematika

WongNET, sebenarnya permasalahan sehari - hari dalam kehidupan kita sedikit banyaknya dibantu dengan matematika. Namun ada kecenderungan matematika dianggap sebagai suatu hal yang menyeramkan, toh meski demikian mereka mau tidak mau harus berhadapan dengan apa yang namanya matematika. Dari hitung-hitungan sederhana sampai kepada hal-hal yang membutuhkan ketelitian dan jlimet. Bagi mereka yang berminat dalam matematika, dalam postingan kali ini sengaja aku sampaikan link - link yang berkaitan dengan matematika. Inilah sebagian link itu.
Limas
Koleksi
Irisan
Sinus cosinus
Grafik sincostan
Grafik sinus cosinus
Perkalian
Situs bagus
Phytagoras
Dalil sinus


Grafik y = sin x
Grafik y=cos x
Grafik y=tan x
Grafik y=sin ax
Grafik y=a sin(x-c)
Dalil Cosinus 1
Dalil kosinus 2
Jumlah sudut segitiga
Sudut dalam lingkaran
Limas 2
Garis-garis istimewa dalam segi-tiga
Vector&field(1)
Vector&field(2)
Vector bebas linear
Vector dan pers garis
Vector 3 dimensi
Komponen vector d3
Penjumlahan vector
Statistik
Math Graphics and Visualization
Mat koleksi resources
Matematik koleksi
Pitagoras
Fungsi sinus
Integral
Luas dari jumlah limit
Trigonometri
Geometri 1
Geometri 2
Kalkulus
Vektor
Parabola
Bilangan kompleks
Stereometry



Baca Selanjutnya......

16 Mei 2009

Proposal Penelitian

Proposal penelitian disebut juga rencana penelitian yang menggambarkan secara umum hal-hal yang akan diteliti dan bagaimana cara penelitian itu dilaksanakan. Dengan kata lain proposal penelitian merupakan perkiraan/proyeksi tentang kegiatan penelitian.

Adapun unsur-unsur pokok dari proposal penelitian adalah :
1. Masalah yang akan diteliti (menyangkut judul)
2. Teori yang digunakan
3. Hipotesis yang akan di uji
4. Pengumpulan Data
5. Waktu pelaksanaan
6. Biaya penelitian

Proposal dapat diusulkan tim atau perorangan. Dari unsur-unsur di atas, yang paling mendasar dan minimal harus ada dalam proposal penelitian adalah : masalah yang akan diteliti, kajian teori/telaah pustaka dan rencana kegiatan penelitian. Model-model proposal yang dipergunakan sangat beragam, namun pada postingan ini diberikan sebuah model yang sering digunakan dalam penelitian di perguruan tinggi
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar belakang
2. Identifikasi masalah
3. Pembatasan masalah
4. Rumusan masalah
5. Tujuan penelitian
6. Hipotesis penelitian
7. Kegunaan penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Di sesuaikan dengan materi yang akan dibahas dalam penelitian
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
1. Rancangan penelitian
2. Populasi dan sampel
3. Instrumen penelitian
4. Pengumpulan data
5. Analisis data
DAFTAR PUSTAKA

Baca Selanjutnya......

  © Free Blogger Templates Spain by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP